August 2011
12 posts
Dunia kreatif independen local seperti memiliki quo-vadis tersendiri. Premis utama quo vadis tersebut adalah bahwa, “Semakin independen/idealis seorang artist dalam dunia kreatif ini, maka niscaya semakin miskin pula artist tersebut”. Sebuah premis yang sebenarnya bisa saja ternyata…
Waw..kesannya kayak marah pakai tanda seru. Padahal buka itu maksudnya. Tapi saking serunya saya sampe bingung bedain maicih yang asli itu yang mana? Oke mungkin pertanyaanku yang salah. Gimana klo dirubah aja jadi, “Siapa atau yang mana Maicih yang pertama kali dibentuk? Dan mana yang jadi favorit di lidah kalin?”
Loh kan malah diem. Jawab donk, saya kan nanya sama situ. Klo masih ga bisa jawab, oke kita skip aja deh dari pada bingung. Nah sebenarnya ada dua logo yang berbeda dari merk maicih.
![]()
Yang satu maicih yang logonya gambar emak-emak tampak samping kiri. Nah kalo yang ini berdiri pada pertengahan tahun 2010 di Bandung tepatnya tanggal 29 Juni. Didirikan oleh pria kelahiran 29 September 1987 bernama Reza Nurhilman yang akrab disapa AXL29.
![]()
Sedangkan maicih yang kedua logonya gambar emak-emak menghadap kedepan transparan dengan outline merah. Maicih ini didirikan pada Juni 2010 oleh Dimas Ginanjar Merdeka atau akrab disapa Bob.
Nah akhirnya paham kan? Paham kalau maicih ada dua. Sekarang Kalau ada yang bisa jawabkasih tau saya ya. Kalau ga bisa jawab ya tetep cariin jawabannya. Udah terlanjur baca juga kan. Pasti penasaran (PeDe).
