the photographer
A.M. Inspiration
Guilty by Yuumei
we brought happiness, we brought love, we brought hope for street child eventough we don’t be paid we enjoy every moment with them so much because...
The Power of Books
In this series titled The Power of Books, Bulgarian digital artist Mladen Penev illustrates that very point in a graphic way.
Bukan berarti nggak bisa kayak gini kan Ngipok (meetups) di Malang?
Curitiba you were amazing. Thank you for making the tumblr meetup yesterday the biggest in tumblr history with 1,500 users coming out to meet. A very special thanks to Lauro and Phelipe for helping get the word out. You were amazing!
TUMBLR ADORO CURITIBA. Highlights from Sunday’s meetup in Brasil:
* A One Direction flash mob performance. Really.
* This quote, from a 13-year-old girl: “I’m so excited I’m shaking!”
* A wall-sized mural of the dashboard IRL.
* Brazilian Tumblr trivia: tumblrers = tumbleros; dashboard = dashboard; LOL = euri.
See more at our Brasil staff blog, our Tumblr hearts Brasil blog and at #tumblrcuritiba.
(via staff)
Minggu (11/03/12) . Gathering #OblongUbud with Bloggerngalam di Ubud Hotel & Villas Malang, Jl. Sigura-gura Barat No. 6 Malang. Makasih buat undangannya. Acaranya seru, tambah teman tambah ilmu. Ada yang renang sambil hujan-hujanan pula. Hahaha.. :D
Untuk foto lainnya masih ada di folder, termasuk levitation di atas kolam sambil bawa cangkir :)
Ngipok #4 @tumblrmalang di @teysas Lunch & Dinning | 15.02.12
Output: Bincang santai sambil mencicipi hidangan dari Teysa’s Lunch & Dinning (Jl. Merbabu 4, Malang). Buat yang udah dateng nyicipin, motret, hidangan ditunggu review-nya. Jangan lupa pakai hastag #review #teysas. Ditunggu ya cuap-cuapnya :)
Buat yang ga dateng, belum pernah ikutan, atau ga nongol di frame, ditunggu kehadirannya di Ngipok selanjutnya.
Ngipok.4 | Rabu, 15 Februari 2012 | 15.00 WIB | at Tesya’s | Jl. Merbabu 4, Malang | Join us
Sebuah pertanyaan tentang surat edaran DIKTI tentang syarat lulus S1, S2, S3, setelah Agustus 2012. Yang mengharuskan publikasi makalah semacam karya ilmiah.
- “Saat ini jumlah karya ilmiah perguruan tinggi di Indonesia masih sangat rendah. Hanya sepertujuh dari jumlah karya ilmiah perguruan tinggi di Malaysia.” Apa ini tolak ukurnya?
- Apakah karya ilmiah ini berkaitan dengan beasiswa. Maksudnya di sini, apakah dengan adanya karya ilmiah yang (katanya) diwajibkan ini mengurangi jatah beasiswa yang biasanya diajukan ke universitas? Atau setiap mahasiswa yang lulus dengan sukses membuat karya ilmiah akan mendapatkan beasiswa?
- Dan apakah dengan diwajibkannya mahasiswa yang mau lulus sarjana untuk membuat karya ilmiah ini kemudian meniadakan yang di namakan skripsi? Seperti wacana yang sempat saya dengar satu tahun belakangan ini (walaupun ada yang bilang sudah lebih dari satu tahun).
Kampung Irian di Sedang Biru Malang Selatan. Rumah apung yang rata dengan tanah akibat dari terpaan badai matahari. Hilang sudah tempat yang nyaman. Hanya tinggal kenangan saja.
Ayo buat teman-teman tumblrmalang!!mari kita kumpulkan donasi buat bantu keluarga kampung irian yang kena musibah. Yang mau ikut bantu silah kan hubungi link dbawah ini :
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000054696646
atau
http://twitter.com/Djendroelly
Terima kasih =)
Ngipok #3 @tumblrmalang di Tutu Demas | 30.01.12
Output: Persiapan garage sale yang rencananya diadakan akhir Februari. Buat yang pengen ikutan, barang yang mau dijual paling lambat tanggal 21 Februari 2012, bisa diserahin ke @Enggahome @febeemerald @NadiaAgustina @ninarbito. Kemudian untuk tema #bestpostoftheweek selanjutnya adalah #Realove.
Buat yang ga dateng, belum pernah ikutan, ditunggu kehadirannya di Ngipok selanjutnya.
Warna hidupnya selalu hangat, kiasan tentangnya selalu di puji-puji
Tapi kemana dia sekarang? Bukankah banyak yang menantikannya?
Hari demi hari sang awan menghitam, gemuruh demi gemuruh buatku menggigil diterpa desir angin kawan sang hujan
Apa kabarmu disana wahai senja? tidak kah kau kesepian?
Cobalah kau duduk bersebelahan denganku dan ceritakan apa yang sedang terjadi tak usah ragu
Dari kejauhan akhirnya muncul sedikit jingga
“Aku yakin itu senja”, sahutku dalam hati
Masih kutunggu di sini tanpa kata ragu
Tak lama kemudian awan itu membelah
Tanda angin membawa pergi gumpalan awan
Hangat mulai terasa, sambil terpejam kunikmati tanpa lama
Namun tak lama hangat kurasa, terdengar suara lirih sambil berkata, “Aku baik-baik saja, tapi senja sedang tidak ada di rumah”
Seketika langit kembali menghitam, petir bersahutan, dan lampu rumah penduduk mulai dinyalakan
Menandakan senja tak muncul lagi sore ini
Layaknya monolog. Dialog yang aneh, entah dengan siapa, dan siapa dia yang bersua | Sore itu, antara aku, senja, dan isi pikiranku